6 Minuman Tradisional Eropa yang Mudah Dibuat di Rumah

Aneka minuman tradisional Eropa seperti kvass, glühwein, dan kopi Turki disajikan di meja kayu

Minuman tradisional Eropa yang mudah dibuat di rumah biasanya hanya butuh bahan dapur sederhana dan waktu fermentasi atau perebusan yang singkat. Enam pilihan minuman dari berbagai negara Eropa berikut dilengkapi takaran dan langkah yang bisa langsung kamu praktikkan. Beberapa di antaranya tidak memerlukan alat khusus selain panci dan wadah kaca.

1. Kvass Roti: Fermentasi dari Roti Sisa

Kvass adalah minuman fermentasi asal Eropa Timur yang memanfaatkan roti gandum hitam atau roti tawar sisa. Rasanya sedikit asam dan menyegarkan, cocok diminum dingin saat cuaca panas. Fermentasinya memakan waktu 2–3 hari pada suhu ruang.

Bahan:

  • 200 gram roti gandum hitam atau roti tawar, potong dadu
  • 1,5 liter air matang
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1 sendok makan kismis (opsional)

Langkah:

  1. Panggang potongan roti di oven dengan suhu 150°C selama 10–15 menit hingga kering dan sedikit kecokelatan.
  2. Rebus air hingga mendidih, lalu siram roti panggang. Aduk dan biarkan hingga hangat kuku (sekitar 40°C).
  3. Tambahkan gula dan ragi, aduk rata. Tuang ke dalam wadah kaca, tutup dengan kain bersih.
  4. Simpan di tempat gelap selama 2–3 hari. Setiap hari, buka tutupnya sebentar untuk melepas gas.
  5. Saring cairan, tambahkan kismis jika suka, lalu simpan di kulkas. Kvass siap diminum setelah dingin.

Untuk panduan lebih rinci tentang kvass, kamu bisa membaca artikel Cara Membuat Kvass Roti, Minuman Fermentasi ala Eropa Timur.

2. Bir Jahe: Hangat dan Pedas alami

Bir jahe di sini bukan bir beralkohol, melainkan minuman fermentasi ringan dari jahe dan gula. Rasanya pedas hangat dengan sedikit gelembung. Prosesnya mirip dengan membuat kombucha, tetapi menggunakan jahe sebagai starter.

Bahan:

  • 100 gram jahe segar, parut
  • 1 liter air
  • 150 gram gula pasir
  • 1 buah lemon, peras airnya
  • 1 sendok teh ragi roti

Langkah:

  1. Rebus air dengan jahe parut dan gula hingga gula larut. Matikan api, diamkan hingga hangat.
  2. Saring rebusan jahe, tambahkan air lemon dan ragi. Aduk rata.
  3. Tuang ke botol kaca yang bersih, tutup rapat, dan simpan di suhu ruang selama 24–48 jam.
  4. Setelah terasa bergelembung, masukkan ke kulkas untuk menghentikan fermentasi. Sajikan dingin.

Langkah lengkapnya bisa kamu temukan di Cara Membuat Bir Jahe Tradisional, Langkah demi Langkah.

3. Glühwein: Anggur Rempah Hangat

Glühwein adalah minuman anggur merah hangat dengan rempah yang populer di musim dingin, terutama di Jerman dan Austria. Versi rumahan bisa dibuat tanpa alkohol atau dengan anggur merah. Kunci kelezatannya ada pada keseimbangan rempah dan buah.

Bahan:

  • 500 ml anggur merah (atau jus anggur untuk versi tanpa alkohol)
  • 1 batang kayu manis
  • 3 butir cengkih
  • 1 buah jeruk, iris
  • 2 sendok makan gula madu atau gula pasir

Langkah:

  1. Panaskan anggur bersama kayu manis, cengkih, dan irisan jeruk dengan api kecil. Jangan sampai mendidih.
  2. Tambahkan gula, aduk hingga larut. Koreksi rasa.
  3. Saring rempah, sajikan hangat dengan irisan jeruk segar.

Untuk variasi tanpa alkohol yang lebih ramah anak, lihat Cara Membuat Glühwein untuk Pemula, Tanpa Terlalu Manis.

4. Eggnog Tanpa Alkohol: Kreasi Susu Telur

Eggnog adalah minuman khas Amerika Serikat dan Inggris yang biasa disajikan saat Natal. Versi tanpa alkohol lebih aman untuk semua anggota keluarga. Teksturnya creamy dengan aroma pala dan kayu manis.

Bahan:

  • 500 ml susu cair
  • 2 kuning telur
  • 50 gram gula pasir
  • 1/4 sendok teh pala bubuk
  • 1/4 sendok teh kayu manis bubuk

Langkah:

  1. Kocok kuning telur dan gula hingga pucat dan mengembang.
  2. Panaskan susu dengan pala dan kayu manis hingga hangat, jangan mendidih.
  3. Tuang susu hangat perlahan ke campuran telur sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
  4. Masak kembali dengan api kecil hingga mengental, sekitar 5 menit. Dinginkan dan sajikan.

Panduan lebih detail ada di Cara Membuat Eggnog Tanpa Alkohol untuk Pemula.

5. Kopi Turki: Seduhan Tradisional dengan Cita Rasa Kuat

Kopi Turki diseduh dengan cara direbus bersama air dan gula di atas api, bukan disaring. Hasilnya adalah kopi pekat dengan lapisan busa di atasnya. Alat yang dibutuhkan hanyalah cezve, panci kecil berleher panjang, atau panci biasa.

Bahan:

  • 2 sendok makan kopi bubuk halus
  • 200 ml air dingin
  • Gula sesuai selera

Langkah:

  1. Campur kopi, air, dan gula dalam cezve. Aduk rata.
  2. Panaskan dengan api kecil hingga hampir mendidih dan berbusa. Jangan aduk setelahnya.
  3. Tuang perlahan ke cangkir, biarkan ampas mengendap. Sajikan tanpa disaring.

6. Kompot: Minuman Buah Fermentasi Ringan

Kompot adalah minuman beri dan buah-buahan yang direbus dengan gula, populer di Eropa Timur. Versi fermentasi ringan menghasilkan sedikit gelembung dan rasa asam segar. Cocok untuk memanfaatkan buah yang mulai lewat matang.

Bahan:

  • 500 gram buah campur (apel, pir, plum, atau beri)
  • 1,5 liter air
  • 100 gram gula pasir
  • 1 sendok makan air lemon

Langkah:

  1. Rebus air dan gula hingga larut. Masukkan buah, masak selama 10 menit.
  2. Angkat dan dinginkan hingga suhu ruang. Tambahkan air lemon.
  3. Tuang ke wadah kaca, tutup longgar, dan biarkan 1–2 hari di suhu ruang untuk fermentasi ringan.
  4. Saring buah, simpan airnya di kulkas. Sajikan dingin.

Beberapa minuman di atas memerlukan waktu fermentasi, jadi pastikan peralatan bersih dan air matang untuk menghindari kontaminasi. Jika kamu ingin mencoba lebih banyak variasi, lihat 5 Minuman Tradisional Eropa yang Mudah Dibuat di Rumah dan 5 Minuman Tradisional Eropa dari Bahan Dapur, Langkah demi Langkah. Untuk pengalaman memasak yang lebih menyenangkan, kamu juga bisa merawat peralatan dapur seperti merawat BBQ grill agar tetap awet, atau menghemat listrik dengan perangkat cerdas saat menyimpan bahan minuman di kulkas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama minuman fermentasi seperti kvass dan bir jahe bertahan di kulkas?

Setelah proses fermentasi selesai dan disimpan di kulkas, kvass dan bir jahe bisa bertahan sekitar 1–2 minggu. Pastikan wadah tertutup rapat dan simpan di suhu dingin untuk memperlambat proses fermentasi lanjutan.

Apakah minuman ini aman untuk anak-anak?

Minuman seperti eggnog tanpa alkohol dan kompot relatif aman untuk anak-anak karena tidak mengandung alkohol. Namun, bir jahe dan kvass mengandung sedikit alkohol hasil fermentasi. Untuk anak-anak, sebaiknya hindari atau konsultasikan dengan dokter jika ragu.

Bisakah saya menggunakan pemanis selain gula pasir?

Bisa. Madu, gula kelapa, atau pemanis alami lain dapat digunakan, tetapi perlu diingat bahwa pemanis alami dapat mempengaruhi rasa akhir dan proses fermentasi. Sesuaikan jumlahnya dengan selera dan perhatikan perubahan rasa saat mencoba.