5 Minuman Tradisional Eropa yang Mudah Dibuat di Rumah

Lima minuman tradisional Eropa dalam gelas dan mug di atas meja kayu dengan rempah dan jeruk

Banyak minuman tradisional Eropa ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Sebagian besar cuma butuh bahan dapur biasa dan waktu tunggu yang wajar. Berikut lima resep yang bisa kamu coba, diurutkan dari yang paling cepat sampai yang butuh kesabaran ekstra.

1. Sbiten, Minuman Madu Rempah dari Rusia

Sbiten adalah minuman hangat berbasis madu yang populer di Rusia sebelum teh masuk ke sana. Rasanya manis pedas karena campuran rempah, dan cara membuatnya sangat singkat.

Bahan (untuk 2 gelas)

  • 500 ml air
  • 3 sdm madu
  • 2 cm jahe, iris tipis
  • 2 butir cengkeh
  • 1 batang kayu manis
  • 2 sdm jus lemon

Langkah

  1. Didihkan air bersama jahe, cengkeh, dan kayu manis selama 5 menit.
  2. Kecilkan api, masukkan madu, aduk sampai larut. Jangan mendidihkan madu terlalu lama karena aromanya bisa hilang.
  3. Angkat, saring, lalu tambahkan jus lemon. Sajikan hangat.

Kalau kamu suka minuman fermentasi, ada juga versi kvass roti yang prosesnya lebih panjang tapi hasilnya jauh berbeda.

2. Kefir Air, Fermentasi Ringan Tanpa Alat Khusus

Kefir air (water kefir) adalah minuman fermentasi yang populer di Eropa Timur dan Skandinavia. Rasanya sedikit asam, berkarbonasi alami, dan bisa dibuat dari gula, air, serta sedikit buah kering.

Bahan

  • 1 liter air matang, suhu ruang
  • 3 sdm gula pasir
  • 2 sdm kefir air (bibit) atau 2 sdm air fermentasi dari batch sebelumnya
  • 2 buah kurma atau 1 sdm kismis
  • 1 sdm jus lemon

Langkah

  1. Larutkan gula dalam air, pastikan benar-benar larut.
  2. Masukkan bibit kefir, kurma, dan jus lemon. Tutup toples dengan kain bersih atau penutup longgar.
  3. Diamkan 24-48 jam di suhu ruang, jauh dari sinar matahari langsung.
  4. Saring, tuang ke botol kedap udara, lalu simpan di kulkas. Minum dalam 3-4 hari.

Perbandingan waktu fermentasi sangat berpengaruh pada rasa. Semakin lama didiamkan, semakin tajam rasa asamnya.

3. Chicha Morada dari Jagung Ungu

Chicha morada sebenarnya berasal dari Peru, tetapi variasinya sudah menyebar ke Eropa sebagai minuman segar musim panas. Warnanya ungu pekat, rasanya manis-asam, dan cocok diminum dingin.

Bahan

  • 1 liter air
  • 200 g jagung ungu kering (bisa diganti jagung manis ungu jika ada)
  • 1 buah nanas, potong kecil
  • 2 batang kayu manis
  • 3 butir cengkeh
  • 3 sdm gula atau madu
  • 2 sdm jus lemon

Langkah

  1. Rebus jagung, nanas, kayu manis, dan cengkeh dengan air selama 30 menit.
  2. Saring, buang ampasnya.
  3. Tambahkan gula dan jus lemon saat cairan masih hangat, aduk rata.
  4. Dinginkan di kulkas minimal 2 jam. Sajikan dengan es batu.

4. Bir Jahe Versi Sederhana

Bir jahe sudah jadi minuman klasik di banyak negara Eropa, terutama Inggris dan Irlandia. Versi rumahan tidak perlu alat fermentasi mahal. Kalau kamu baru pertama kali mencoba, panduan lengkapnya ada di resep bir jahe tradisional di situs ini.

Bahan

  • 2 liter air
  • 200 g jahe segar, parut
  • 200 g gula pasir
  • 2 sdm jus lemon
  • 1/4 sdt ragi kering

Langkah

  1. Didihkan air, jahe, dan gula selama 15 menit.
  2. Angkat, saring, lalu dinginkan sampai suhu ruang.
  3. Tambahkan jus lemon dan ragi, aduk.
  4. Tuang ke botol, tutup rapat, diamkan 2 hari di suhu ruang.
  5. Pindahkan ke kulkas untuk menghentikan fermentasi. Buka botol hati-hati karena tekanannya tinggi.

5. Glühwein Tanpa Alkohol

Di Jerman dan Austria, glühwein biasanya muncul saat pasar Natal. Versi tanpa alkohol bisa dibuat dengan jus anggur atau jus apel sebagai pengganti wine.

Bahan

  • 750 ml jus anggur merah atau jus apel
  • 1 buah jeruk, iris
  • 2 batang kayu manis
  • 3 butir cengkeh
  • 1 sdm madu
  • 1 potong jahe (opsional)

Langkah

  1. Panaskan jus bersama jeruk, kayu manis, cengkeh, dan jahe.
  2. Kecilkan api, jangan sampai mendidih.
  3. Tambahkan madu, aduk sampai larut, lalu saring.
  4. Sajikan hangat dalam gelas tahan panas.

Ramuan ini paling enak diminum malam hari atau saat cuaca dingin. Kalau kamu ingin variasi lain, resep glühwein untuk pemula juga bisa jadi referensi tambahan.

Ringkasan

Lima minuman di atas bisa dipilih sesuai waktu dan bahan yang tersedia. Sbiten dan glühwein paling cepat, sedangkan kefir air dan bir jahe butuh waktu fermentasi 1-2 hari. Sebelum mencoba, pastikan semua peralatan bersih dan bahan dalam kondisi segar. Untuk minuman fermentasi, jangan ragu membuang batch yang berbau tidak wajar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah minuman fermentasi rumahan aman dikonsumsi?

Umumnya aman jika alat dan bahan bersih, wadah tertutup rapat, dan proses fermentasi tidak berlangsung terlalu lama. Tanda rusak seperti bau tengik, lendir berlebih, atau jamur di permukaan berarti batch harus dibuang. Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi minuman fermentasi.

Berapa lama minuman ini bisa disimpan?

Minuman tanpa fermentasi seperti sbiten dan glühwein sebaiknya diminum dalam 1-2 hari dan disimpan di kulkas. Bir jahe dan kefir air bisa bertahan 3-5 hari di kulkas dalam wadah tertutup. Setelah itu rasanya mulai berubah dan risiko kontaminasi meningkat.

Bolehkah mengurangi gula pada resep-resep ini?

Bisa, kecuali pada resep fermentasi. Gula pada kefir air dan bir jahe berfungsi sebagai makanan ragi, jadi menguranginya terlalu banyak bisa membuat proses fermentasi gagal. Untuk sbiten, glühwein, dan chicha morada, jumlah gula bisa disesuaikan dengan selera.